Mengenal Antonio Guterres, Sekjen PBB 2017-2021

Ban Ki-moon dan Antonio Guterres (Foto: abc.net.au)

JENEWA – Beberapa tahun silam Menteri Keimigrasian Selandia Baru, Jonathan Coleman, pernah menyebut Antonio Guterres sebagai seorang pribadi yang menyenangkan. Ia bisa memenangkan pemilu cuma dengan mengandalkan karakternya semata, kisahnya kepada New Zealand Herald.

Tebakan Coleman tidak meleset. Guterres terpilih menjadi sekretaris jendral PBB terbaru. Dia akan mengambil alih kepemimpinan dari Ban Ki-moon pada tanggal 1 Januari 2017 untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Karier Sebelum PBB

Kecuali di Portugal dan Eropa, tidak banyak yang mengetahui sepak terjang diplomat berusia 67 tahun tersebut. Mengawali karir politik di Partai Sosialis pada tahun keruntuhan rezim represif, Estado Novo, Guterres lalu memuncaki karir sebagai perdana menteri Potugal dari 1995 hingga 2002.

Guterres juga terlibat aktif dalam upaya internasional untuk memecahkan masalah di Timor Timur dengan pelaksanaan referendum yang hasilnya memutuskan memisahkan diri dari Indonesia.

UNHCR

Di bawah kepemimpinannya UNHCR memangkas pegawai administrasi dan menambah kapasitas personil di kawasan krisis. Salah satu jasa Guterres adalah menggerakkan negara industri maju untuk mau menampung pengungsi.

“Kita tidak bisa mengusir mereka yang berusaha menyelamatkan nyawa sendiri,” tulisnya di majalah Time tahun lalu. “Mereka akan datang. Pilihannya saat ini adalah mengelola kedatangan mereka dengan baik dan berperikemanusiaan.”

Pencalonan Sekretaris Jenderal

Saat pencalonan sebagai Sekjen PBB, dia berada pada peringkat pertama dari 13 calon di Dewan Keamanan PBB dan setelah proses pemilihan keenam, dewan secara mutlak mengusulkannya ke Majelis Umum untuk disahkan.

Jabatannya sebagai Direktur Badan Pengungsi PBB, UNHCR, yang pada akhirnya menjadikan Guterres kandidat serius untuk posisi sekretaris jendral. Betapapun, Guterres harus berhadapan dengan “krisis kemanusiaan terbesar sejak Perang Dunia II.” Saat ini lebih dari 34.000 orang mengungsi setiap hari. Jumlahnya mencapai 21,3 juta manusia di seluruh dunia.

Guterres merupakan yang pertama kalinya dipilih dengan diskusi terbuka, bukan pemilihan secara tertutup oleh negara-negara berpengaruh di dunia seperti pada masa sebelumnya.

Guterres secara formal ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB pada 13 Oktober 2016. Pada tanggal 1 Januari 2017, Guterres resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB, menggantikan Ban Ki-moon, untuk jabatan lima tahun ke depan.

Saat pengambilan sumpah Guterres, para anggota Sidang Majelis Umum juga mengucapkan terima kasih kepada Ban Ki-moon dengan bertepuk tangan sambil berdiri.

Pasca Pengambilan Sumpah

Di Sidang Umum PBB, Guterres mengatakan PBB harus melakukan reformasi cara bekerjanya agar bisa lebih efektif, dengan lebih banyak mendengar dan melakukan lebih banyak lagi untuk membangun konsensus.

Guterres mengaku akan memprioritaskan pencegahan krisis jika mengepalai PBB. “Kita butuh meningkatkan diplomasi damai,” tuturnya. “Masyarakat internasional selama ini lebih banyak menghabiskan waktu dan dana untuk mengelola krisis ketimbang mencegahnya.”

“PBB harus siap untuk berubah. Kelemahan kita yang paling serius, dan di sini saya merujuk kepada seluruh komunitas internasional, adalah ketidakmampuan untuk mencegah krisis. PBB lahir dari perang dan hari ini kita harus berada di sini untuk perdamaian,” katanya.

Pemilihan Guterres juga dinilai menjadi isyarat ketidakberdayaan PBB menggalang dukungan untuk menuntaskan krisis pengungsi. “Seorang sekretaris jendral harus berusaha mengurangi jumlah konflik dan juga jumlah korban,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s