Polisi Masih Dalami Motif Penyiraman Air Keras ke Novel

Kapolda Metro Jaya temui Novel Baswedan di RS Mitra Keluarga (Foto: liputan6.com)

JAKARTA – Lebih dari 20 hari kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan telah berlalu. Polisi hingga kini belum menemukan pelakunya dan masih menggali motif di balik peristiwa yang melukai mata penyidik senior KPK itu.

“Jadi untuk penyiraman kasus Novel, perkembangannya belum menemukan pelakunya dan kami masih melakukan penyelidikan. Tentunya dalam penyelidikan ini dari mulai dari TKP yang kami olah, deduktif dan induktif. Induktif dari mulai TKP, kemudian kami cek ke TKP berupa keterangan saksi di situ. Itu namanya induktif di situ. Kemudian deduktif, kira-kira motifnya seperti apa, apa ini motif personal atau motif tentang pekerjaan masih kita dalami, masih kita cari,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman Kavling 55, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Meski begitu, Argo mengungkapkan banyak informasi yang datang dari masyarakat mengenai pelaku teror kepada Novel ini. Namun hal itu perlu terus didalami oleh pihak kepolisian. “Bahwa dari beberapa informasi kan menduga-duga di situ, perlu kami dalami kembali. Misalnya tidak terlibat, kami tidak dalami kembali. Tentunya informasi-informasi tetap kami tampung,” ungkapnya.

Argo menjelaskan tentang cepat-tidaknya penanganan pihak kepolisian dalam suatu kasus tergantung situasi di lapangan. “Tentunya untuk menangani kasus itu ya, ya memang ada menangani kasus yang cepat, kadang-kadang kami menangani kasus juga tidak terlalu cepat juga, tergantung situasi di lapangan,” jelasnya.

Dia kemudian mencontohkan saat polisi dengan cepat menangani kasus Pulomas. Sedangkan dalam kasus Kedutaan Filipina, polisi terbilang tidak terlalu cepat.

“Contoh kasus Kedutaan Filipina, berapa tahun kami tidak bisa mengungkap pelakunya. Setelah kejadian Bom Bali kemudian tahun berikutnya, kemudian kami mengungkap pelakunya si A, si B, si C, si D. Ya memang situasi di lapangan menentukan. Ada juga kasus yang ditangani cepat, seperti di Pulomas, kami mendapatkan CCTV. Kami mendapatkan database pelaku di situ, sehingga kami bisa cepat untuk mendapatkan pelakunya siapa. Tentunya tim bergerak untuk mencari bukti-bukti yang lain, mencari saksi-saksi lain, untuk nanti mengarah ke siapa pelaku yang melakukan,” terangnya.

Novel Baswedan disiram air keras sepulang salat subuh pada Selasa, 11 April 2017. Novel kemudian dibawa ke RS Singapura untuk menjalani perawatan intensif. Kini kondisi mata Novel berangsur membaik. Mata kiri Novel sudah ada suplai darah dan oksigen sehingga penggunaan obat tetes sudah dikurangi.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s